Artikel

#CERITABUNDA : Menangani Anak Sakit

#CERITABUNDA : Menangani Anak Sakit

Nah, kesehatan anak memang penting dijaga. Bukan hanya dengan istirahat cukup dan banyak bergerak dibawah sinar matahari, namun juga menjaga makanan. Hal pertama yang harus diingat adalah, menjaga benar nutrisi makanan yang masuk ke tubuh anak. misalnya, terkait karbohidrat.

Anak-anak amat menyukai makanan berbahan dasar tepung terigu, seperti mie atau roti. Namun ternyata, tidak boleh terlalu sering. Mengapa? Menurut Ahli Gizi Wied Harry Apriadji, terigu mengandung protein khusus bernama: gluten. Yang sulit dicerna. Jadi, tiap kali mengasup gluten, tubuh baru membuangnya dalam waktu 3 kali siklus metabolism. Ya, 3x24 jam.

Jika terlalu sering dikonsumsi, maka sampah gluten yang tak terbuang kemudian menumpuk didalam tubuh. Kondisi ini mengganggu fungsi dinding usus halus dalam menyerap zat gizi. Inilah yang akhirnya berubah menjadi toksin. Dampaknya? Menurunkan sistem kekebalan tubuh dan memudahkan terjadinya kegemukan.

Oleh karena itu, makanan dari tepung terigu sebaiknya tak dikonsumsi terus menerus. Sesekali saja. Bahkan Wied Harry pun mengatakan; makanan dari tepung terigu dalam porsi besar diberikan paling sering 1 kali dalam 3 hari saja. Kecuali, jika tepung terigu digunakan dalam jumlah kecil, misalnya untuk campuran membuat telur dadar atau homemade nugget.

**

Lalu bagaimana dengan #penangananpenyakitanak yang dilakukan para bunda? Ada nih bunda yang mau berbagi. Bundanya Y, anak member Taman Main yang menggemaskan dan doyan makan apa saja..hehehe..

#KataBunda Y: Bersyukur banget Y itu jarang sakit. Tapi sekalinya sakit emang lumayan bikin panik sih. Soalnya dia jadi lebih rewel dan ga mau lepas dari aku. Common cold atau demam Karena tumbuh gigi (yang katanya mitos – atau fakta ini) udah pasti sering hinggap di anak-anak seusia Y.

Nah yang aku lakuin saat Y lagi kurang fit, biasanya aku kasih ASI (karena kebetulan dia masih menyusui) dengan frekuensi yang cukup sering (buat ganti asupan makanan juga pas dia lagi ga napsu makan), air putih yang banyak dan sering, susu atau jus buah, bubur atau makanan yang bertekstur lembut supaya lebih cepet dicerna.

Kenapa? Karena aku selalu ngaca sama diri sendiri, biasanya kalau lagi ga enak badan, pasti ngaruh ke napsu makan. Makanya aku cari makanan yang ga perlu untuk dikunyah lagi.

Aku bukan termasuk ortu yang sering kasih obat ke anak saat mereka lagi kena common cold atau demam. Balik lagi sih, aku ga terlalu suka obat, dan kasian juga sama anak kalau dia kena bahan kimia sejak dini.

Sebisa mungkin aku selalu pakai cara yang alami dan tradisional, seperti; berjemur dibawah sinar matahari, renang dan pijat minimal sebulan sekali. Ini cara aku saat #menanganianaksakit. Kalau Bunda yang lain gimana?

Jadi #penangananpenyakitanak kalau dirangkum;

1. Makan makanan sehat

2. Cara tradisional: pijat, jemur dan sebagainya

3. Banyak minum

4. Beri makanan yang mudah dicerna

Eh Tunggu dulu, masih ada lagi nih, tips dari bunda A. Anak yg aktif dan pemberaniiii sekali.

#KataBunda A, biasanya kalo A mulai demam, akan dicek dulu. Ada batpil nya atau enggak. Kalau sudah jelas ada batpilnya, berarti penyebabnya jelas. Ya batuk dan pilek.

Kalau demamnya sudah diatas 38,5 dan A nya rungsing, biasanya memang dikasih paracetamol juga dikompres. Tapi kalo msh aktif sih gak diapa2in, kata bundanya. "Kalau batpil tanpa demam sih A gak pernah minum obat," katanya. Biasanya, dibanyakin minum atau berikan deh cairan ajaib kesukaan anak...ASI. sama ya dengan bunda Y..

Maka, tipsnya bertambah satu poin, yakni:

5. Gak perlu panik, observasi dan tunggu, tak perlu terburu-buru datang ke dokter untuk minta obat.

Baca Juga