Artikel

Field Trip #3: Kakak-kakak toddler berkenalan dengan hewan laut

Field Trip #3: Kakak-kakak toddler berkenalan dengan hewan laut

Setelah tiga bulan, Taman Main kembali mengadakan field trip. Kali ini, kami pergi ke Sea World, Ancol, Jakarta. Tim yang berangkat lebih sedikit dari field trip lalu, karena ada beberapa kakak toddler yang pindah rumah dan jaraknya terlalu jauh.

Tapi enggak apa-apa sih, Karena tetap seru kok perjalanannya. Seperti biasa, kami berangkat pagi dari taman main. Untung di Hari Rabu, tanggal 15 Maret 2017 itu jalanan enggak macet, dan kami bisa lebih cepat sampai. Tapi ternyata rombongan yang hadir ke sea world jumlahnya tetap banyak, dari berbagai sekolah.

Jadi ditengah keramaian, dan lampu yang gelap ada satu deh kakak toddler yang menangis takut. Meski sejak beberapa hari sebelumnya, sudah kami beritahu bahwa didalam sea world kondisinya akan gelap. Mungkin tetap kaget ya? Gak apa-apa namanya juga belajar.

Didalam yang paling senang adalah melihat aquarium hiu. Kenapa? Karena lagu kesukaan mereka di taman main belakangan ini adalah “Baby Shark” hehehehe..

Lalu saat masuk ke aquarium raksasa, anak-anak pun terlihat penasaraaaaan sekali. Semua ikan ditunjuk dan ditanya apa namanya. Tante sampai bingung, karena kan harus melihat dulu di papan. Kami juga enggak hapal, dek. Payah nih ya?

Kami juga sempat bermain-main di kolam sentuh, tapi tidak semua anak berani memegang penyu atau ikan-ikan didalamnya. Jadi ingat film Finding Dory mungkin, saat dory dan octopus sibuk ngumpet di balik karang agar tidak kena sentuh anak-anak. kasian juga ya sebetulnya

Terakhir, kami juga sempat menyaksikan feeding time. Sampai bengong deh nontonnya. Lalu waktu sudah menunjukkan pk. 11.00 wib, semua sudah lapaaaaar!!

Jadi, kami menutup perjalanan dengan memakan ikan, kepiting, cumi, dan kerrang di Banda Djakarta. Habis liat ikan, kami makan ikan. Hihihi..tapi enggak apa, kan yang dimakan bukan hewan langka dan dilindungi. Makan ikan itu sehat sekali lho..

Menurut ahli gizi Wied Harry Apriadji, ikan merupakan pilihan terbaik sebagai lauk hewan bagi batita. Selain teksturnya lembur, ikan merupakan sumber protein dan lemak sehat omega-3 yang andal. Namun inagt, sebaiknya ikan dimasak dengan cara direbus, di tim, dikukus atau dipepes dan bukan digoreng.

Minyak goreng merupakan pengantar ppanas tinggi, sedangkan lemak sehat dalam ikan mudah rusak dalam suhu tinggi. Oleh karena itu, menggoreng ikan merusak sebagian besar kandungan lemak didalamnya.

Untuk jenisnya, daging ikan kakap merah, ikan bawal, ikan ekor kuning, ikan tenggiri, ikan tuna, ikan kembung, ikan lemuru, ikan gindara dan salmon merupakan sebagian jenis ikan laut yang populer untuk hidangan batita. Meskipun demikian, kita bisa memanfaatkan daging ikan air tawar juga sebagai makanan si kecil, karena sumbangan protein serta mineralnya pun tak kalah dari ikan laut. Contohnya ikan lele, gabus bahkan belut.

Tapi enggak boleh ya, makan ikan hiu. Karena ikan hiu, adalah hewan dilindungi. Dan sebagai predator di laut, keberadaannya sangat dibutuhkan untuk menyeimbangkan seluruh ekosistem lautan. Kami doakan semoga suatu hari nanti, kakak-kakak toddler diberi kesempatan untuk menyelam hingga ke dasar laut, dan melihat sendiri habitat asli para hewan laut.

Jadi kita bisa sama-sama mengenal mereka lebih baik, agar membantu menjaga keberlangsungan seluruh mahluk hidup di lautan.

Baca Juga