Artikel

Si Kecil Demam, Belum Tentu Butuh Obat?

Si Kecil Demam, Belum Tentu Butuh Obat?

Demam sering dikaitkan anak terserang penyakit. Karena cemas, orang tua pun buru-buru memberi obat penurun panas (paracetamol) atau meminta antibiotik ke dokter. Kondisi ini menunjukkan bahwa banyak orang tua yang belum mengerti, bahwa demam bukanlah suatu penyakit.

Dokter spesialis anak, Dr. Arifianto, mengungkapkan, demam pada anak tidak perlu buru-buru diberi obat. Mengapa? Demam menjadi pertanda munculnya infeksi pada tubuh yang disebabkan oleh serangan bakteri dan virus. Infeksi ini bisa menyerang apa saja seperti telinga, saluran kencing, saluran pencernaan, dan lain-lain. Dengan kata lain, demam memberi sinyal bahwa kondisi kesehatan tubuh si kecil tidak baik.

Namun Anda tak perlu takut jika si kecil yang mendadak demam, tetap aktif dan ceria. Dr Arifianto, tidak menyarankan orang tua langsung memberikan obat penurun panas. Pasalnya, suhu tubuh tinggi dapat mencegah virus dan bakteri berkembang. Demam akan merangsang produksi sel darah putih untuk bekerja sebagai daya tahan tubuh, sehingga tidak membuat anak mudah terserang penyakit.

Orang tua harus cermat ketika demam menerpa buah hati. Bisa saja demam hanya karena disebabkan seperti efek imunisasi, pertumbuhan gigi atau si kecil kelelahan bermain. Si kecil cukup diberi banyak minum dan istirahat, biasanya demam dapat reda dengan sendirinya dalam satu sampai dua hari dan tak selalu butuh pengobatan.

Penyebab demam pada anak beragam di antaranya, infeksi virus, bakteri, toksin, reaksi kekebalan tubuh, alergi, penyebab metabolik, dan tumor. Anda patut waspada jika kondisi si kecil terlihat memprihatinkan, seperti lemas, muntah-muntah, dehidrasi, tidak selera makan dan rewel.

Banyak pendapat menyatakan demam tidak segera diatasi berakibat kejang dan merusak otak? Menurut American Association of Pediatrics (AAP), kejang demam biasanya terjadi saat suhu tubuh anak meningkat di atas 38 derajat celcius tanpa disertai dengan tanda-tanda gangguan di saraf pusat dan otak. Kejang demam ini paling banyak terjadi pada anak 6 bulan sampai 5 tahun.

Anda harus memiliki pengetahuan bagaimana merawat si kecil yang terserang demam, pertama, pantau perkembangan suhu tubuh anak secara berkala dengan menggunakan termometer. Kedua hindari dari resiko dehidrasi dengan memberikan air putih atau sari buah, dan makanan berkuah. Gizi yang seimbang akan memperkuat daya tahan tubuh anak. Usahakan anak cukup beristirahat, atau tidak melakukan gerakan fisik yang melelahkan.

Baca Juga