PARADE #1 Taman Main (20 Februari 2016)

PARADE  #1 Taman Main (20 Februari 2016)

Parade (parenting class, craft dan periksa dokter) yang pertama kali diadakan oleh taman main, telah terlaksana dengan baik. Acara yang digelar pada Sabtu, 20 Februari 2016 ini, diramaikan oleh orang tua dan anak-anaknya yang lucu. Baik mereka yang memang biasa menitipkan anaknya di taman main, pun yang belum pernah sama sekali.

Acara dimulai pada pukul 10.00 wib, dengan parenting class bertema separation anxiety. Sayangnya, ibu Binky Paramitha ternyata tidak bisa hadir, karena ia dan anak-anaknya demam tinggi. Untungnya ada ibu Agstried Elisabeth Piether, M.Psi., Psi. yang merupakan psikolog pendidikan dari rumah dandelion, dapat menggantikan.

Ia memberikan materi dengan judul: pamit tanpa drama. Ia menjelaskan bahwa tangisan anak saat berpisah dari orang tuanya merupakan hal yang amat wajar. Dan biasanya muncul di usia 8-18 bulan. Karena di saat itu, anak sudah mulai merasakan kecemasan jika tak melihat orang tuanya. Dan ini bisa berujung pada mengamuk.

Karena itu, Ibu Agstried menekankan pentingnya berbicara baik-baik dengan anak. yakinkan anak bahwa orang tua menyayanginya dan nanti akan kembali. Membentuk rutinitas berpisah yang dapat membuat anak familiar dengan situasi juga amat krusial untuk dilakukan.

Namun ada juga saatnya orang tua perlu khawatir, yakni saat anak terus menerus cemas dan bahkan hingga mengalami kejadian ekstrim seperti muntah. Jika hal ini yang terjadi, maka orang tua wajib melakukan konsultasi dengan dokter atau psikolog. Selain itu, cermati juga lingkungan anak. sebab konflik orang tua dan perceraian juga berpengaruh pada kecemasan anak.

Yang terpenting jika hendak meninggalkan anak di daycare, adalah; konsisten, bekerjasama dengan pengurus daycare dalam pengasuhan anak, jangan pernah pergi diam-diam, menahan diri untuk berkunjung mendadak di tengah hari, dan hindari membandingkan anak dengan anak lainnya. Wah, iya ya, ini bagus sekali.

Cerita mengenai separation anxiety pun berkembang menjadi konsultasi masing-masing keluarga, mengenai anaknya. Jadi, diskusi berlangsung seru dan ramai. Nah, selama orang tuanya belajar dari Ibu Agstried, bayi-bayi langsung diajak bermain dan melakukan baby gym bersama para caregiver taman main.

Sementara bagi anak-anak yang sudah lebih besar, diajak berkreasi oleh Tante Louise dari LouLoudy Box menggunakan kain flanel, membuat pizza. Yang nantinya boleh dibawa pulang dan bisa ditempel di kulkas, karena menggunakan magnet.

Setelah usai sesi bersama psikolog, ternyata dr Arifianto yang seharusnya melakukan pemeriksaan kepada anak-anak terlambat hadir. Untungnya, para orang tua ternyata cukup santai karena bisa mengobrol. Suasana jadi terasa ramai. Ada ibu-ibu yang saling berbagi cerita mengenai pengasuhan, ada juga yang sibuk bertanya-tanya kepada Tante Louise mengenai produk-produk dari Louloudy box. Bahkan seluruh kotak kreativitas yang dibawa sampai ludes laris manis, lho..

Karena sudah waktunya makan siang, anak-anak pun langsung menikmati santapannya bersama para orang tua. Tak lama dr Apin datang, dan pemeriksaan pun dimulai. Menimbang, mengukur tinggi badan, dan mengukur lingkar kepala serta memeriksa growth chart pertumbuhan anak adalah hal-hal yang pertama dilakukan dr Apin.

Setelah itu, setiap keluarga memiliki waktu konsultasi yang cukup panjang, bersama dokter anak yang biasa praktek di markas sehat ini.

Sekitar Pk 13.00 acara pun berakhir, dan satu persatu orang tua pulang. Rasanya lega, karena kami bisa memenuhi salah satu kewajiban untuk menyediakan konsultasi dengan psikolog dan dokter anak. sebab, sebagai partner orang tua, daycare juga harus memerhatikan tumbuh kembang setiap anak yang dipercayakan orang tua kepada kami.

Kami menginginkan segalanya yang terbaik bagi anak-anak di taman main, untuk itu, kami juga ingin kenal betul dengan perkembangan setiap anak. maunya kan, kami bisa membantu orang tua untuk menjalani setiap fase pertumbuhan balita, dan mengenal setiap anak. karena anak berbeda-beda, dan perlakuannya tak bisa disamakan antara satu dan lainnya. Keberadaan psikolog dan dokter anak, diharapkan mampu mewujudkan cita-cita tersebut.

Semoga kami bisa tetap konsisten dalam memberikan yang terbaik ya..