Contoh Perilaku Body Shaming yang Harus Dihindari

  • 2 min read
  • Aug 24, 2020
Body Shaming

Body shaming atau ejekan fisik merupakan hal tidak baik yang bisa merusak mental seseorang. Jika dilakukan secara terus menerus, bisa memberikan dampak yag cukup berbahaya bagi korban. Biasanya, ejekan fisik ini dilakukan dengan cara mengejek atau menyinggung fisik seseorang yang dianggap berbeda atau lebih buruk dari orang lain.

Dampak Ejekan Fisik

Kebanyakan orang sering menyepelekan ejekan fisik ini. Padahal, hal tersebut sebaiknya dihindari. Pasalnya, selain membuat korban jadi merasa tidak percaya diri, perbuatan mengejek fisik seseorang pun adalah tanda bahwa orang tersebut merupakan orang yang apatis dan tidak peduli pada orang lain. Adapun beberapa dampak yang bisa dihasilkan oleh perilaku ejekan fisik ini seperti berikut:

  1. Kebanyakan korban body shaming akan merasakan bahwa dirinya tidak berharga dan lebih buruk dari oanglain sehingga rasa percaya dirinya perlahan menghilang
  2. Ejekan fisik yang dilakukan secara terus-menerus bisa membuat semangat hidup korban jadi hilang
  3. Mengejek fisik seseorang bisa dikategorikan sebagai penghinaan, jika korban terseinggung maka bisa jadi pelaku dijerat hukum yang sesuai
  4. Ejekan fisik seringkali menimbulkan masalah psikologis seperti depresi pada korban
  5. Banyak korban ejekan fisik yang akhirnya sampai melakukan hal nekat seperti bunuh diri karena merasa dirinya tidak berharga dan tidak pantas hidup
  6. Beberapa korban body shaming ada yang mengalami cacat mental, seperti anoreksia dan hal lainnya

Tanda Pelaku Ejekan Fisik

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa ejekan fisik bisa membawa dampak yang tidak baik khususnya bagi para korban. Kadang, banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa dirinya sudah melakukan ejekan fisik kepada orang. Seperti beberapa hal berikut, yang jika Anda lakukan maka bisa menjadi tanda bahwa Anda merupakan pelaku ejekan fisik tersebut. Apa sajakah tandanya?

  1. Selalu merasa lebih baik tampilan fisiknya daripada orang-orang yang mengalami berat badan berlebih atau terlalu kurus
  2. Mencela bahkan mengomentari bentuk fisik dan tampilan fisik seseorang
  3. Menjadikan fisik seseorang sebagai bahan tertawaan atau lelucon di hadapan orang banyak
  4. Diam ketika oranglain mencela dan mengejek tampilan tubuh seseorang
  5. Menjadikan standar kecantikan sesuai dirinya sendiri seperti cantik, langsing, putih dan lain sebagainya
  6. Atau, bagi lagi-laki yang juga menetapkan standar kegantengannya sesuai keinginan sendiri seperti tinggi, putih, gagah, dan lainnya
  7. Sering menghakimi oranglain akan pilihan pada bentuk tubuhnya atau penampilan fisiknya
  8. Memandang rendah oranglain ketika tidak sesuai dengan diri sendiri
  9. Membanding-bandingkan tubuh salah seorang dengan orang lain

Contoh Kalimah Body Shaming

Tak hanya perlu mengetahui beberapa tanda yang menjadikan ciri bahwa Anda sudah menjadi pelaku body shaming ketika melakukan hal tersebut, Anda juga harus mengetahui kalimat seperti apa saja yang biasanya dilontarkan oleh pelaku ejekan fisik pada orang lain. Begini contoh kalimatnya:

  • “Ya ampun, kamu kelihatan kurus banget/”
  • “Eh, jerawat kamu kok makin banyak?”
  • “Ih, kamu gemuk banget sih.”
  • “Kalau orang gemuk kaya kamu itu gak cocok pakai model baju yang seperti itu.”
  • “Coba deh beli skincare, biar wajah kamu lebih putihan.”

Beberapa kalimat tersebut pada dasarnya sudah termasuk ejekan fisik. Sebaik mungkin, hindari mengeluarkan kalimat tersebut pada orang lain karena bisa berdampak buruk bagi mental korban. Apalagi, kita tidak pernah tahu bagaimana upaya seseorang untuk terlihat lebih baik di mata oranglain. Pun kita juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada orang lain. Terlebih, semua orang punya sisi sempurnanya masing-masing, bukan?

Nah, untuk itu hindari perilaku body shaming, yuk! Dapatkan juga informasi menarik lainnya, khususnya seputar kesehatan hanya di aplikasi halodoc. Merupakan aplikasi terpercaya yang bisa mengantarkan Anda mendapatkan solusi terbaik untuk setiap masalah kesehatan. Langsung ditangani oleh dokter yang sudah ahli dibidangnya.